Keesokan harinya, di apartemen Renata di datangi oleh empat orang yang tak lain adalah orang tuanya dan orang tua Arkan. Arkan dan Renata keluar dari kamar yang sama, bukan karena mereka habis melakukan hal yang iya-iya, tetapi Arkan baru saja membantu menuntun Renata dari kamar mandi setelah mengalami muntah-muntah hingga lemas, sehabis sarapan tadi. "Ar, kamu keluar sana, Mama mau ngomong empat mata sama Rena." Ucap Ibu Arkan begitu Renata sudah duduk di sofa ruang tengah. Beliau memutuskan untuk bertanya dari hati ke hati bersama menantunya, dia tahu Renata tak akan nyaman jika mereka bertanya ramai-ramai. Setelah semua orang menyingkir, Ibu dari Arkan mulai bertanya pada menantunya perihal kehamilannya. "Arkan sudah mengakui semuanya ke kita Re, sekarang kamu maunya gimana hm? Mau

