Dalam perjalanan menuju Maldives Renata hanya bisa melamun sedih. Berat untuknya meninggalkan anak-anaknya demi kesenangan dirinya semata. Tadinya ia ingin memaksa agar anak-anaknya bisa ikut, tapi melihat kedua mertuanya yang sangat antusias menjaga putera-puterinya ia jadi tak tega jika harus melukai hati kedua orang tua itu dengan ketidakpercayaannya. Arkan yang paham dengan suasana hati sang isteri hanya terus memeluk dan mengusap punggungnya untuk menenangkan. "Cuma tiga hari Re, yang tenang ya. Mereka bakal baik-baik aja kok." "Tujuan bulan madu hanya untuk bisa melakukan "itu" di tempat yang indah aja kan Mas? Kita juga udah biasa lakuinnya di rumah, yang kalau Arin tiba-tiba nangis aku langsung bisa pakai daster. Kalau jauh gini, aku jadi kepikiran. Kenapa kita kesananya nggak n

