Lima Puluh Satu

1337 Kata

“Hah? Semalem Rayn pindah ke kamar kalian? HAHAH—aduh! Sayang...kok dicubit?”   Jani memutar mata ketika melihat bibir suaminya mencebik setelah menerima cubitan di perutnya. “Mas, nggak boleh kayak gitu ah, nggak sopan,” bisik Jani menasehatinya.   Di depan Jani dan Ares, Bara terlihat memelototinya. Kini mereka memang sedang sarapan bersama di longue hotel bersama beberapa anggota keluarga Alinka yang memang baru akan checkout siang ini.   “Terus jadi kalian malam pertamanya bertiga? Hahaha—aduh! Iya Jani...ampun!” Ares kembali mengaduh ketika kali ini lengannya yang mendapatkan cubitan dari jemari cantik istrinya.   “Yah mau gimana lagi, nasib duda punya anak balita ya gini.” Bara kembali pada piring sarapannya yang baru tersentuh setengah. Sebetulnya lelaki itu tidak ada niat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN