"Kenapa?" tanyaku. Lima tahun lalu Ainun lebih memilih pergi daripada harus melakukan tes DNA, meskipun aku tahu saat itu semua memang salahku. Aku yang telah mempermalukannya di hadapan seluruh keluarga besarku hingga dia lebih memilih untuk menghilang dari kehidupanku. Lalu sekarang, dia tiba-tiba datang dan memohon untuk dilakukan tes DNA. Sebenarnya apa tujuannya? "Saya punya alasan ...." Ainun menjawab dengan agak tertahan. Sangat terlihat jelas jika saat ini dia sedang berusaha untuk menutupi sesuatu. "Apa alasannya? Waktu itu kamu pergi tanpa ragu saat aku ingin melakukan tes DNA, kenapa sekarang malah ingin melakukan itu?" "Sudah saya katakan, saya punya alasan. Saya akan mengatakan alasan saya itu jika sudah dilakukan tes dan hasilnya sudah keluar." Aku terdiam. Kutatap lekat

