Tirta Aryadwipa duduk dalam ruang kerjanya berhadapan dengan Galang Wiradhana dan Arlin. Di dalam ruangan itu juga ada Alranita dan Mahardhika duduk bersama dengan para orang tua mereka. Untuk pertama kalinya dalam hidup Alranita, ia duduk bersama dengan Mahardhika di hadapan orang tua mereka masing-masing. Alranita duduk bersebelahan dengan papanya dan Mahardhika duduk disebelah mamanya yang duduk diapit oleh Mahardhika dan papanya. Suasana dalam ruangan itu jelas begitu canggung dan wajah Galang Wiradhana dan Arlin jelas merasa bersalah saat menatap Alranita. Kecanggungan itu semakin terasa karena tidak ada satu pun yang buka suara walau mereka sudah berkumpul dalam ruangan itu. Tirta Aryadwipa yang merasa tidak nyaman dengan situasi itu akhirnya memilih angkat bicara, "Apa yang mau kam

