10 Rages meminum kopinya dengan santai. Di hadapannya kekasihnya sedang menangis tersedu-sedu. Rages semalam mabuk dan lupa akan janjinya. Setelah meminum kopinya ia berangkat ke kantornya. Dera menghentikan tangisannya dia segera bangkit dan melihat mobil dari Rages pergi. Dia tahu hari ini pembantu rumah libur dan dia libur syuting. Ia memasuki ruang kerja Rages. “Kontraknya, aku harus temukan kontraknya dan merusaknya.” Dera menggeledahi loker, lemari, laci meja. Semua tempat yang mencurigakan baginya dan berpotensi menyimpan rahasia ia bongkar. Tiba-tiba saja Rages ada di belakangnya. “Kamu sedang apa Dera?” Rages mencengkram leher Dera dan menahannya di tembok. “Menggeledah ruang kerjaku untuk apa?” “Untuk pergi dari sini,” jawab Dera sambil melawan. “Aku sudah muak dengan perlak