26. Dua Puluh Enam

1737 Kata

Warnanya merah bagai darah, bau harumnya menjadi candu untukku. Lambat laun, aku tergila-gila padanya, hingga ada masa di mana aku memetik dan mematahkan tangkainya, dan kini salah satu durinya menancap di jari manisku. Namun, anehnya yang merasakan sakit adalah hatiku. [Oh Sean] *** Hanya empat bulan. Setelah hari-hari yang dilaluinya di rumah sakit, Rahee merasa semua itu berlalu begitu lamban. Hidup dengan sebuah tekanan yang ia buat sendiri, satu hal yang ada dalam diri Rahee, sikap buruknya yang sangat hakiki. Rahee merupakan salah satu wanita berkepala batu di dunia. Untuk meruntuhkan kadar keras kepalanya pun cukup sulit, sekadar menurunkan level kekeras-kepalaannya tersebut saja terbilang mustahil. Jadi, sekarang ini Sean sedang tersiksa. "Rahee, kumohon biarkan aku masuk." K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN