Bab 34

1315 Kata

Desas-desus perkelahian antara Dariel dan Damar memang sangat cepat menyebar. Bahkan hanya selang beberapa menit saja, berita tersebut sampai ke telinga Toni.  Toni pun segera menghampiri Damar untuk menanyakan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi.  "Ada apa ini?" Tanya Toni, begitu ia membuka pintu ruang kerja Damar. Damar yang saat itu sedang menyandarkan tubuh pada sandaran kursi dengan mata tertutup hanya bisa menggumam pelan. Perlahan ia pun membuka kedua matanya dan melihat Toni sudah berdiri tepat di hadapannya.  "Berita tentang pertengkaran kalian menyebar dengan begitu cepat, bahkan hanya dalam hitungan menit satu kantor ini sudah tau. Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu sampai memukul Dariel?" Cerca Toni.  "Aku hanya emosi, dan aku menyesal." Jawab Damar lemah. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN