Desas-desus perkelahian antara Dariel dan Damar memang sangat cepat menyebar. Bahkan hanya selang beberapa menit saja, berita tersebut sampai ke telinga Toni. Toni pun segera menghampiri Damar untuk menanyakan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi. "Ada apa ini?" Tanya Toni, begitu ia membuka pintu ruang kerja Damar. Damar yang saat itu sedang menyandarkan tubuh pada sandaran kursi dengan mata tertutup hanya bisa menggumam pelan. Perlahan ia pun membuka kedua matanya dan melihat Toni sudah berdiri tepat di hadapannya. "Berita tentang pertengkaran kalian menyebar dengan begitu cepat, bahkan hanya dalam hitungan menit satu kantor ini sudah tau. Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu sampai memukul Dariel?" Cerca Toni. "Aku hanya emosi, dan aku menyesal." Jawab Damar lemah. T