Irwan memeluknya erat dalam dekapan, pria itu sudah terlelap semenjak Rasya tidak meronta-ronta lagi dari dalam pelukannya. Setelah Irwan tertidur, Rasya mengendap-endap untuk mengambil bantal juga selimut. Dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk seperti di masa lalunya. Rasya sudah terlalu banyak terluka. Dan dia tidak ingin terluka lagi. Setelah satu jam berlalu, Irwan terjaga. Dia tidak mendapati Rasya di sebelahnya. Pria itu segera bangun dan mencarinya. Dia melihat Rasya sedang tertidur pulas di atas sofa. Irwan mengangkat tubuhnya membawanya masuk kembali ke dalam kamar. Rasya merasa nyaman dalam gendongan Irwan, tanpa sadar ia menggesekkan wajahnya pada tubuh atletis pria tesebut. Aroma tubuh yang hampir setiap hari dia hirup darinya, tempat dia menumpahkan luka dalam hatinya. I

