Sabtu (21.13), 24 September 2022 ------------------------- Emilya mengabaikan ejekan Khairul yang mengatakan bahwa dirinya seperti bayi. Tanpa membalas, dia berbaring di kasur lantai kamar Khairul dan menyelimuti dirinya sendiri seraya memperhatikan bagaimana lelaki itu membiarkan pintu kamar terbuka lebar lalu berbaring di atas perlak dengan kepala berbantalkan tepi kasur. “Mau pakai selimut?” tanya Emilya memecah keheningan. “Enggak,” sahut Khairul lalu berusaha tidur. “Gak dingin tidur di situ?” “Kalau masih ngomong, aku pindah.” Ancaman Khairul berhasil membungkam mulut Emilya. Dia mengubah posisinya menjadi berbaring miring menghadap Khairul lalu mengulurkan tangan. “Tangan Mas.” “Aku tidur di sana saja.” Khairul hendak bangkit namun lagi-lagi Emilya menahannya dengan memegan