Dua hari berlalu. Siang ini, Wanda baru saja kembali dari kampusnya. Ia memang sudah mulai menjalani semester pendeknya sejak hari ini, hingga sekitar dua bulan ke depan. Wanda langsung menuju ke dapur untuk meletakkan beberapa es krimnya di kulkas. Namun, sampainya di pintu dapur, ia melihat sesosok perempuan yang sedang membelakanginya. Wanda sangat mengenali bentuk tubuh dan gaya berpakaian wanita itu. Ia pun tidak ragu untuk memanggilnya. "Kak Isabell!" panggil Wanda. Wanita yang mengenakan dress berwarna biru itu pun segera menoleh dan tersenyum lebar pada Wanda. "Ah, sudah pulang, ya? Sayang sekali masakan Kakak belum matang nih. Kamu tunggu sebentar, ya!" Wanda mengejap. "Kakak masak buat aku?" "Iya. Buat makan siang kita berdua. Kamu cuci tangan dan cuci muka dulu gih! Habi

