"Davin!" Wanda memanggil pria yang ada di hadapannya. Hingga pria itu menolah dan berhenti menggigit jagung bakar di tangannya, agar semua atensinya mengarah pada Wanda. "Ibu, Ayah, Papa, Tante Mia, kok bisa gitu aja dengan gampangnya mau datang ke acara keluarga ini? Bahkan Ibu dan Ayah aja nggak pernah bahas soal hubungan kita loh selama ini. Aku jadi curiga," ungkap Wanda. Davin terkekeh mendengarnya. Saat ini, mereka sedang berada di sebuah kedai, menikmati minuman hangat, jagung bakar dan mendoan. Jenis-jenis makanan tersebut memang cocok dijadikan teman saat berada di dataran tinggi yang dingin seperti ini. "Kamu tenang saja! Semua pasti akan baik-baik saja." Wanda berdecak sebal mendengar balasan Davin yang kelewat cuek. Padahal, menurut Wanda ini masalah yang cukup besar dan an

