Wanda tahu. Berbicara dengan Davin bukanlah hal yang mudah dan pasti tidak akan selesai dalam satu waktu. Seperti malam ini contohnya. Begitu Wanda membawa nama Isabell, Davin meminta pembicaraan mereka segera dihentikan. Wanda menunduk. Menatap sebuah tangan yang memeluk pinggangnya dengan posesif. Sudah hampir satu jam ia berada di posisi ini, namun matanya belum juga terpejam. Wanda dapat merasakan gerakan di belakang tubuhnya. Begitu pun dengan tangan di pinggangnya yang terasa mengerat. "Belum tidur, hm?" tanya suara berat dari arah belakang Wanda. Orang itu mencium leher Wanda dengan seduktif, membuat Wanda meremang. "Dav, stop!" pinta Wanda yang merasa risih. "Tidur, Wanda!" ujar Davin di belakangnya. Saat ini posisi Wanda adalah tidur membelakangi Davin. Dan Davin memeluk pi

