Agatha menatap tangannya yang diinfus. Kini tubuhnya terbaring di sebuah ranjang rumah sakit. Saat tadi Agatha sampai ke rumah sakit, ia sempat mengira jika dirinya datang bulan karena merasakan ada darah yang keluar dari organ intimnya. Namun, ternyata ia salah besar. Pengecekan yang dilakukan oleh dokter telah mengatakan hasil lain. Dokter tersebut menyatakan jika Agatha kini tengah mengandung, dan hampir saja keguguran karena terlalu banyak aktivitas yang dilakukan. Janinnya selamat, Agatha bingung harus berekspresi dengan cara yang seperti apa. Apakah ia harus bahagia, atau justru sebaliknya? Agatha mengandung anak yang merupakan darah daging dari pria yang telah membunuh orang tuanya. Agatha merasa jika ia tengah ditimpa musibah sekaligus anugerah. Agatha benar-benar bingung apakah