Waktu berjalan begitu cepat. Hari-hari yang tenang membuat Avelline terkadang lupa bahwa usia kandungannya sudah memasuki bulan ke delapan. Perutnya kini tampak jauh lebih besar dibandingkan kehamilan sebelumnya. Kulit perutnya terasa kencang, gerakannya pun harus lebih hati-hati. Bangkit dari duduk kini membutuhkan bantuan tangan, dan berjalan terlalu lama membuat pinggangnya pegal. Namun, setiap kali dia mulai ingin mengeluh, Kaivan selalu menjadi penghibur terbaiknya. Kaivan kini berusia empat tahun, dia tumbuh semakin tinggi dan aktif. Setiap melihat ibunya mengelus perut, Kaivan akan mendekat. Menempelkan telinganya lalu tertawa kecil. “Adiknya lagi nendang ya, Ma?” tanyanya polos. “Iya,” jawab Avelline sambil tersenyum lembut, sesekali mengusap rambut Kaivan, “lagi main sama kak

