Tiga puluh menit sebelumnya.. Anderson berada di sebuah ruangan di dalam gedung pameran, ia sengaja meninggalkan Brielle sendiri di tempat lelang dan menunggu kedatangan lelaki muda yang akan menemuinya. Anderson hanya berdua saja bersama asistennya di dalam ruangan itu sembari mengamati jalannya proses lelang dai televise monitor di depannya. “Tuan, lelaki muda yang anda tunggu sudah tiba” ujar salah seorang pengawal di depan pintu. “Biarkan dia masuk” “Baik, tuan” Pengawal itu mempersilahkan Hans masuk ke dalam ruangan khusus Anderson, wajah Hans yang bersinar mampu membuat Anderson menaikkan alisnya pelan. Ia mempersilahkan Hans duduk di sofa dekat tubuhnya, kini dua orang dewasa itu mulai berbicara hal serius. “Selamat malam, tuan Anderson” sapa Hans ramah. “Duduklah, nak” seru

