Keganjilan

1520 Kata

“Swetty?” Brielle tersenyum lebar lalu mengangguk yakin, “Aku mau di panggil swetty sekarang” ujarnya manja. Senyum Hans mendadak muncul, “Baiklah swetty, kita langsung pulang ke London?” Wajah Brielle jadi bersemu merah merona, memdengar kata swetty keluar dari mulut Hans membuatnya makin terpesona. Suara Hans yang berat namun lembut itu terkesan begitu menggelitik telinga, Brielle mengangguk setuju untuk langsung pulang ke rumah, ia yakin kakeknya sudah menunggu cemas. Cahaya malam di tengah kota London dan suasana meupun bangunannya yang terkesan vintage itu menambah nyaman setiap manusia yang datang berwisata. Meskipun Brielle sendiri telah bertahun-tahun lamanya hidup di London namun kota London tak pernah gagal membuatnya jatuh cinta. “Kita sudah sampai no,- maaf maksudku swetty

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN