"Pak Alex gak ingat kalau tepat delapan tahun yang lalu pernah menyelamatkan anak SMP yang hampir jatuh ke jurang dalam hutan itu?" Pertanyaan Nindy sontak membuat Alex menghentikan semua tindakannya mengingat - ingat itu. Pria itu menatap Nindy dengan cepat seraya melanjutkan kalimatnya lagi. "Selamatkan anak SMP?" tanya Alex lebih tepatnya bertanya kepada dirinya sendiri. Pria itu bahkan menggaruk belakang kepalanya itu dan terus berpikir. Tunggu! Hutan? Selamatkan anak SMP? Siapa? Dirinya? "Apa aku pernah menyelamatkan anak SMP di hutan?" tanya Alex dengan gumaman pelan. Pria itu lagi- lagi menggaruk belakang kepalanya itu untuk ke sekian kalinya. Nindy yang mendapatkan pertanyaan balik dari Alex itu kini hanya dapat menghela napasnya panjang. Ia mendecak lidahnya lagi sebe