Nindy memandang ke dalam ruangan Alex yang masih terang benderang itu. Ruangan yang hanya ada di dalam Alex di dalamnya itu tampak seperti tak ada tanda- tanda kehidupan sama sekali di dalamnya. Alex tampak terus diam sedari tadi di dalam ruangannya dan bersembunyi di balik layar komputernya. Semenjak kejadian tentang Isabela kemarin, Alex mendadak diam, juga tak banyak bicara. Hanya saat Nindy mendatanginya saja barulah pria itu mau bicara banyak dan tersenyum lebar. Namun jika sedang sendirian di ruangan itu, pria itu menjadi diam lagi dan terlihat lebih murung. Mungkin pria itu kian merasa bersalah karena sudah mengucapkan kalimat yang begitu menyakiti hati Isabela. Ini salah besar karena meskipun Alex adalah sesosok iblis namun ia memiliki rasa simpati yang besar. Isabela juga tak p