Kejadian itu sudah berlalu seminggu yang lalu. Selama itu, keadaan Stella masih tetap sama. Dia sering melamun dan berakhir menangis. Dokter menyarankan untuk membawa Stella ke psikiater, tapi Juan berkilah jika Stella akan baik-baik saja. Dia akan berusaha untuk membuat Stella melupakan kejadian itu. Selama itu juga Rossa memilih tinggal di rumah Juan. Dia tidak tega membiarkan cucunya itu berdua saja dengan anak tirinya. "Stella, ayo makan. Oma suapin." ajak Rossa sembari duduk di samping Stella yang tengah duduk di tepi ranjang. Tak ada balasan, Stella hanya diam dengan pandangan kosong. Rossa yang melihat itu kembali sedih. Cucunya itu terlihat sangat tertekan dan trauma. "Biar Juan aja, Ma." kata Juan yang mengambil alih nampan berisi makanan untuk Stella. "Sayang.. Makan du

