Bab 18. Curiga

1110 Kata

Sejak semalam, bahkan pagi ini, Varrel terlihat sangat asik dengan ponselnya. Ayna memang sengaja tidak bertanya, tetapi lama-lama dia penasaran. Sebetulnya pria itu sedang berkirim pesan dengan siapa? Yang memperhatikan Varrel bukan hanya Ayna, hal serupa juga anak-anaknya lakukan. Karena biasanya mereka mengobrol, tapi pagi ini tidak. "Ayah!" Setelah mengirimkan balasan Varrel menoleh menatap Alaska. "Ada apa, Bang?" Tidak ada jawaban dari Alaska. Anak laki-laki itu beralih menatap Ayna yang sedang menikmati rotinya. Keduanya saling tatap, Ayna yang bingung dengan tatapan anaknya menyeritkan kening. "Abang mau apa? Susunya jangan lupa dihabiskan, habis itu kita berangkat," kata Ayna. "Aku mau diantar sama Ayah, bukan Buna. Buna sama Adik di rumah aja, tapi nanti siang jemput aku."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN