Adam tak henti menyunggingkan senyumnya setiap kali mengingat ekspresi Gavin saat di mall tadi. Dia merasa sangat puas melihat wajah terkejut sekaligus kecewa dari pemuda itu. Adam tidak bodoh jika Gavin telah lama menyukai Ayana. Dari cara pemuda itu menatap gadisnya ketika bertemu di restoran waktu itu juga di mall tadi, sudah cukup membuat Adam yakin jika Gavin memiliki perasaan lebih dari sekedar sahabat pada Ayana. Ayana yang sejak tadi menyadari akan sikap aneh Adam hanya bisa menghela napas pelan. Biarkan sajalah pria itu berbuat sesuka hati. Toh dirinya juga merasa senang karena diakui. Ayana tentu menyadari akan perasaan Gavin padanya. Sejak pertama bertemu juga selama dirinya tinggal di kos-kosan milik pemuda itu, sikap Gavin telah menunjukkan semuanya. Tapi Ayana tidak dapat

