Ayana melambaikan tangannya dengan senyum lebar melepas keberangkatan Emily ke sekolah. Bus sekolah yang menjemput gadis kecil itu telah melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan pelataran rumah Adam. Senyuman manis yang sebelumnya terpancar di wajah Ayana lantas lenyap. Raut wajahnya berganti dengan resah melihat pintu rumah yang tertutup rapat. Ayana rasanya belum siap bertemu dengan Adam. Apalagi hanya berdua saja di dalam rumah. Ayana takut Adam akan balas dendam karena dirinya telah mengerjai pria itu. Menghela napas berat, Ayana tak mempunyai pilihan lain selain masuk kembali ke dalam rumah. Gadis itu berjalan gontai memasuki ruang tamu yang terasa mencekam. Pantas saja, di sudut ruangan telah berdiri sosok tinggi besar yang menyorotnya dengan begitu tajam. Glup Ayana meneguk

