Millie POV Aku terbangun ketika mendengar bunyi alarm yang ada di nakas samping ranjang. Menggeliatkan badan sejenak, aku lalu beranjak dari ranjang empukku. Rambutku yang tadi tergerai berantakan kini sudah ku ikat dengan asal. Meninggalkan beberapa anak rambut yang tergantung nakal. Setelah mencuci muka, aku segera pergi ke dapur dan sudah disambut hangat oleh senyum Bibi Rahma. Hatiku ikut menghangat karena sudah sejak lama aku tidak pernah mendapatkan senyum hangat seperti itu dari orang terdekatku. "Bibi, apa Millie bisa bantu sesuatu?" tanyaku antusias. "Kamu bisa memotong sayuran itu saja, sayang." balasnya sambil menunjuk brokoli dan lobak yang ada di atas pantry. "Hanya ini? Millie juga ingin membantu Bibi masak." keluhku cemberut. "No no, hari ini khusus Bibi saja yang

