Ayana mencengkram seprei dengan erat ketika Adam mulai menyatukan pusat tubuh mereka. Pria itu bergerak dengan perlahan, lalu berangsur cepat. Membuat tubuh Ayana terlonjak-lonjak di bawah kuasanya. "Ahh..Da-ddyhhh..ouchh.." Ayana mendesah manja saat Adam sengaja menghentak kuat pusat tubuhnya hingga mencapai titik terdalamnya. Matanya membelalak, dengan bibir setengah terbuka saking nikmatnya. "Aghh.. kamu selalu nikmat, Baby." Adam menggeram, merasakan miliknya dijepit rapat oleh gua milik Ayana. Kedua insan beda usia yang telah resmi melangsungkan pernikahan tadi pagi itu saling mende-sah menikmati percintaan mereka. Tak dihiraukan peluh dan keringat yang membasahi tubuh. Keduanya telah terbakar oleh naf-su yang membuat mereka lupa segalanya. "Daddy-hhh.. le-bih ce-pethhh.." Ayana

