Pukul 6 petang Ayana baru selesai menyiapkan makan malam. Masih dengan apron yang melekat di tubuh mungilnya, Ayana lantas menyajikan masakannya di atas meja makan. "Makam malamnya udah siap ya, Kak?" Emily tiba-tiba saja datang menghampiri Ayana di dapur. Gadis cantik yang baru menyelesaikan tugasnya itu mengangguk kecil. "Udah, Em. Kamu udah lapar, ya?" Ayana melempar senyum pada Emily. Kini giliran Emily yang mengangguk sembari mengusap perutnya yang keroncongan. "Kalau gitu aku panggil Papa ya, Kak biar makan bareng sekarang." cetus Emily bersemangat. "Eh-tunggu, Emily." seru Ayana menghentikan langkah Emily yang hampir meninggalkan dapur. Gadis cantik itu lantas berjalan mendekati Emily yang tengah menatapnya dengan bingung. "Mulai hari ini kamu makan malamnya sama Papa aja, y

