Bab 46. (++) Senja Kelabu

1416 Kata

Wajah dingin yang mati-matian coba ia lupakan itu tiba-tiba hadir di depan mata membuat Zoya terkejut bukan kepalang. Hanya sepersekian detik ia memandang lalu mengalihkan pandangan ke arah lain. Masih terngiang di benaknya akan ucapan Matthias jika setiap ia melihat pria itu, maka ia akan terluka. Matthias sendiri cukup terkejut bisa berpapasan dengan sosok musuhnya dengan begitu kebetulan. Matanya menatap lekat diri Enzo dari atas sampai bawah, ia menarik sudut bibirnya menjadi senyum sinis. Seolah sengaja ia merengkuh pinggang Zoya hingga menempel erat. “Vicenzo? Ternyata kau masih punya salinan nyawa? Baru saja aku ingin mengucapkan bela sungkawa pada asistenmu ini,” kata Matthias mengulas senyum tipis penuh ejekan. Ia kemudian memiringkan kepalanya dan menyapa. “Apakah kejutan darik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN