Butuh beberapa saat Dokter untuk menjawab namun jawaban yang diberikan nyaris membuat Luke frustasi. Tidak ada kepastian Enzo akan bangun karena luka di kepala yang cukup parah. Luke mendekat ke sisi ranjang, memegang tangan Tuannya yang terasa begitu dingin. Saat-saat seperti ini sudah sering terjadi selama ia menemani Enzo bertahun-tahun. Berbaring sakit tanpa ada sanak saudara yang menjenguk. Menjadi saksi kepahitan hidup Enzo yang kerap disimpan oleh Tuannya sendiri. Kini Tuannya kembali terluka gara-gara satu wanita yang menjadi sumber kekuatan sekaligus kelemahan pria tersebut. Sejenak Luke berpikir, bibirnya berdecak pelan oleh sesuatu yang menyebalkan.Ia kemudian mengeluarkan ponsel Tuannya yang terlihat retak. Mengusapnya perlahan lalu membuka salah satu aplikasi khusus yang t