"Apa harus secepat itu, Mas? Enggak bisa tunggu nanti?" ucap Alina pada Axel. Axel sudah satu minggu keluar dari rumah sakit. Seperti biasa dia mulai menjemput Alina di gerai lagi. Axel mengajak Alina untuk membicarakan pernikahan di mobil sebelum mengantar Alina pulang, karena Pak Irwan mendesak Axel agar segera menikah dengan Alina. "Ya, kayaknya memang harus segera, ya. Demi keselamatan kamu juga." "Sejak kita sepakat jadi pacar sandiwara, terus akhirnya jadi pacar terus sekarang didesak nikah, hidupku berubah 180 derajat, dan saya syok sebenarnya, Mas." "Yah, saya juga enggak nyangka kita bisa dekat secepat itu kan. Bahkan Papa pengen kita segera menikah. Tapi enggak ada yang salah kan?" tanya Axel memastikan semua baik-baik saja. "Enggak ada yang salah sih, tapi kalau harus men