Dia anakku

1238 Kata

Bahran membiarkan Hanum keluar dari ruangannya. Hanum tak bisa lagi menahan rasa sedihnya, ia menangis di toilet. Hatinya merasa bersalah karena sudah membohongi ayah anaknya. Bagaimanapun Keenan berhak tahu siapa ayahnya tapi ia terlanjur sakit hati akan sikap Bahran yang membiarkan keluarganya bersikap sewenang wenang padanya sampai tega ingin menggugurkan bayinya. Siska menyangka Hanum memang dihukum oleh Bahran karena ia melihat Hanum keluar dari ruangan Bahran dengan mata basah. Ia tersenyum penuh kemenangan di depan meja Hanum. Keesokan harinya Hanum tak melihat Bahran lagi di kantor. Coki kembali menempati posisinya. Rasanya malu untuk bertanya pada Coki kenapa Bahran tiba tiba ada dan kemudian tiba tiba menghilang. " Kenapa Num, anak kamu sakit ? " tanya Coki melihat Hanum s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN