Bermain bersama

1822 Kata

Ghavin sangat kesal melihat tingkah Atika dan Eric, mereka telah berani mengusik ketenangannya dan berarti mereka harus menerima resikonya. Mungkin Adiva tidak akan setuju dengan apa yang akan ia rencanakan, tapi ia melihat tatapan Eric kepada Adivanya membuatnya benar-benar sangat murka. Jika saja tidak ada Mika, mungkin tadi Eric akan menjadi sasaran empuk tinjunya yang memang ingin sekali ia layangkan. Ekspresi dingin Ghavin membuat Mika menatap Ghavin dengan terkejut. Ia turun dari kursi dan naik ke pangkuan Ghavin membuat Ghavin mengalihkan pandangannya menatap bocah kecil yang saat ini duduk dipangkuannya. Ghavin melepaskan headset yang ada ditelinga Mika "Anak Papi kenapa pindah duduknya?" Tanya Ghavin. "Papi jelek malah-malah kayak gitu," ucap Mika membuat Adiva tersedak minumann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN