Mila sakit kepala dengan rencana yang Adriel buat. Mila bukannya tidak bersyukur dengan apa yang pria itu lakukan untuk dirinya namun hanya saja Mila merasa rencana Adriel sepenuhnya berlebihan. Hidup setelah acara akad dan resepsi itu masih berlangsung dan membutuhkan biaya, bestiieee.. Mila hanya berusaha realistis untuk tidak menghamburkan uang hanya untuk acara akad dan resepsi saja. "Jadi udah sepakat? Kapan dan gimana acaranya nanti?" Bapak bertanya pada Mila dan Adriel keesokan paginya. Mila menggelengkan kepalanya, "Belum, Pak. Mila sakit kepala duluan denger rencana Mas Adriel." Adriel terkekeh mendengar ucapan Mila, "Aku cuma mau kasih yang terbaik buat putri kesayangan Bapak. Tapi nanti Adriel coba bicarain lagi sama April, Pak." Mila menghela nafas berat sambil menatap Adri

