Part 75 - Akhir dari sebuah puncak acara. Kita hanyalah manusia yang bisa merencanakan sesuatu tapi tidak bisa melawan takdir yang memang seharusnya terjadi. *** "Awas Ara!!!" Aurelia memutar tubuh Ara. Hingga benda lancip yang biasa digunakan untuk memasak itu, menancap di punggung sebelah kanannya. Rasa nyeri begitu dirasakan oleh Aurelia. 'Apa mungkin ini yang dirasakan oleh Richard dan Ardi saat berusaha melindungi dirinya?' Aurelia membatin, kedua tangannya memegang erat bahu Ara yang berteriak histeris di depannya. Ardi yang muncul di sisi lain dengan anak-anak AOI langsung Aurelia sambut dengan sebuah senyuman tipis. Aurelia rasanya ingin menangis malam ini, tapi dia tidak mau membuat semuanya khawatir. Apalagi melihat wajah Kakek Amar, rasanya Aurelia tidak ingin Kakek Amar