TERBALIK

1713 Kata

“Duh cucu oma yang paling cantik ini memang gemesin deh. Tidur siang dulu yuk!” Desi menggendong dan menciumi Laurent berulang kali. Bahagia rasanya dititipkan cucu dan bisa jadi temannya di rumah. Biasanya Desi selalu kesepian di rumah, menunggu Arman pulang dan tetap saja merasa sepi karena hanya berdua saja. Laurent hanya mengantuk, wajahnya memang kelihatan sudah ngantuk. Ia diajak rebahan di atas kasur dan Desi menepuk pelan pinggang anak itu sebagai pengantar tidur. Mata Desi melihat kalung emas yang melingkar di leher Laurent, masih baru dan belum pernah ia lihat sebelumnya. Seminggu lalu saat Laurent ke sini pun belum ada kalung tersebut. “Kalung Laurent baru ya? Cakep banget, pasti mama yang pilihkan ya?” Tanya Desi tanpa maksud apa-apa, ia hanya mengagumi selera Vania yang memi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN