BRIAN

1724 Kata

Mobil yang biasanya ditumpangi Vania meluncur gesit ke halaman parkir rumah sakit. Setelah mendapat telpon dari nyonya mudanya yang meminta dijemput di tempat yang tidak biasa, Pak Ahmad - supir Vania bergegas menghampiri majikannya yang entah mengapa bisa berpindah dari kampus ke rumah sakit tanpa sepengetahuannya. Padahal pak Ahmad setia menunggu di sekitaran kampus, tapi masih luput dari pengawasannya saat Vania dibawa ke rumah sakit. "Kamu yakin nggak apa-apa aku tinggal? Aku antar pulang saja?" Brian menawarkan bantuan lagi pada Vania. Setelah terguncang saat tahu kabar Vania telah berbadan dua, Brian memang sempat kehilangan kata-kata, namun sekarang ia menelan pahitnya perasaan kecewa itu dan berusaha bersikap biasa pada Vania. Ya, setidaknya ia harus bisa menyembunyikan patah hati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN