Dalam sebuah kamar apartemen, tak ada lagi kehangatan yang tersisa. Yang ada hanyakan percikan api yang tersulut dari dasar hati, membakar habis segala rasa yang pernah terpatri. Meninggalkan sebuah rasa yang dibalut dalam satu kata – egois. “Aku serius Daniel! Sekali lagi kamu melangkah, aku aka bunuh diri!” kecam Keira yang kehabisan cara menahan kepergian pria kesayangannya lalu mengeluarkan jurus jitu yang pernah berhasil ia pakai untuk menekan Daniel. Daniel berhenti melangkah, menoleh ke arah wanita itu dengan tatapan lekat. Mereka tidak sedang bercanda, dan Daniel bisa melihat kesungguhan Keira dari sorot mata nanar serta ekspresi wajahnya. “Key....” Baru saja Daniel ingin bersuara, wanita itu sudah memotong perkataannya. “Jangan coba coba merayuku, keputusanku sudah bulat. Sekal

