TERPAKSA

1200 Kata

“Kamu mau kuliah Va?” Daniel bangun dengan mata memincing ke arah Vania, menatap heran pada wanita yang sudah terlihat rapi sepagi ini. Vania menoleh pada Daniel, melemparkan senyuman sebagai reaksi manis pada suaminya. “Iya nih mas, aku ngerasa kuat kok buat kuliah. Nggak apa apa kan?” Tanya Vania lembut, ia berjalan menghampiri Daniel. Kening Daniel mengerut sedikit, penampilan Vania kali ini agak berbeda. Wanita yang biasanya tak gemar bersolek menor itu malah tampak agak centil dengan lipstik merah menyala dan mata yang disapukan eyshawod. Biasanya batas bersolek Vania hanya sekedar mengenakan maskara tipis, tanpa sapuan eyeshadow serta lipstick yang hanya berwarna kalem. “Ng... nggak apa apa sih asal kamu kuat aja. Apa udah nggak mual lagi, Va?” tanya Daniel perhatian. Sejak ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN