“Makan yang banyak Va, itu bubur kamu dihabiskan.” Pinta Desi dengan tatapan penuh perhatian pada Vania. “Punya Laurent udah habis kok oma.” Tiba-tiba Laurent ikut celetuk sehingga membuat dua wanita yang mendengarnya tertawa kecil. Desi mengelus punggung kecil Laurent dengan penuh kasih sayang. Memperhatikan mangkuk kecil yang semula penuh telah kosong isinya. “Oh, anak pinter, masih mau tambah lagi buburnya?” Laurent menggeleng, tolakan halus seraya menunjukkan isyarat kenyang dengan mengelus perutnya. “Sudah kenyang oma.” Vania tersenyum seraya menopang dagu, kebersamaan yang terasa sangat menyenangkan, damai, tanpa intrik yang membuat hati tak tenang. “Laurent nanti sama oma di rumah ya. Mama mau periksa dedek dulu sama tante Maria. Yang patuh ya, dilarang nakal.” Gumam Vania lembu

