PERPISAHAN?

1881 Kata

“Kamu ke sini diutus sama dia buat jadi jubir?” Nyinyir Brian seraya berdecak, tatapannya sinis menghujam pada Maria yang duduk di hadapannya. Pertemuan sesuai kesepakatan itu menggiring mereka duduk di kafe, sudah sepuluh menit namun suasana masih tegang dan alot. Maria masih bersikap tenang walau hatinya tidak setenang tampilan luar. Ia tersenyum seringai, sebuah pembalasan yang disodorkan kepada mantan pria baik yang pernah ia kenal. “Tepatnya aku ke sini untuk menyadarkan kamu agar tidak mimpi terlalu lama. Anak dalam kandungan Vania murni hasil hubungan sahnya. Aku yang menemaninya periksa ke dokter, usia kandungannya masih sangat muda. Tidak selama kapan terakhir kalian berjumpa. Sampai di sini paham?” tegas Maria, ia yakin Brian tidak sebodoh itu untuk awam soal kehamilan yang den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN