“Kau apakan anakku?” Pekik Vania histeris saat melihat Brian tengah membungkuk dan tangannya merengkuh pada bayinya. Tangisan Laurent pun makin menjadi saat mendengar pekikan ibunya. Brian mendongak, menatap Vania yang meliriknya nanar. Wanita itu berlari mendekatinya untuk memastikan apa yang terjadi hingga anaknya menangis jerit hingga membuat dentuman di hati Vania saat mendengar tangisan itu. Bibir Vania nyaris saja melontarkan makian pada Brian, namun tertahan saat melihat apa yang sedang dilakukan pria itu. “Dia pup tadi trus nangis, jadi aku gantiin popok bersih.” Seru Brian dengan senyuman lembut pada Vania, kemudian meneruskan kembali kerjaannya yang baru selesai. Tangannya dengan telaten membersihkan kotoran bayi itu, tanpa risih kotor dan bau. Mata Vania berkaca-kaca saking ha

