Sabtu pagi yang otomatis membuat rasa malas Daniel keluar. Ia bisa bersantai sejenak menikmati tidur yang berkualitas tanpa merasa terbebani bangun di siang hari. Setengah tersadar, tangan Daniel mendarat ke sebelahnya. Ia hapal betul setiap kali menempelkan tangan di sana maka ia bisa menyentuh tubuh istrinya. “Ng....” Daniel menggumam dengan mata terpejam, setelah merasakan di sisi sampingnya kosong, tidak teraba keberadaan Vania di sana. Agak malas Daniel memaksakan matanya terbuka, penasaran saja di mana Vania dan apa yang diperbuatnya pada awal akhir pekan ini. Biasanya Vania akan ikut bermalasan dan menghabiskan waktu hingga siang di kamar. Mata Daniel menyipit, ia menajamkan indera pendengarannya ketika samar samar mendengar suara dari kamar mandi. Pikiran Daniel langsung tertuju

