Bruk! Vania penuh emosi saat membanting bingkisan itu, tak tanggung tanggung ia mengotori tangannya dengan terlibat langsung membuang pemberian dari wanita perebut suaminya itu ke halaman belakang. “Ima, mana koreknya!?” Pekik Vania lantang, kekesalan sudah membuncah hingga Vania merasakan panas di bagian belakang kepalanya. Ia tidak bisa tenang sebelum melihat benda itu lenyap dari dunia, seperti harapannya agar pelakor seperti Keira lenyap dari muka bumi. “Iya nyah.” Ima datang membawakan apa yang diminta Vania, pelayan itu pun tahu apa yang ingin dilakukan majikannya. Hanya saja ia tak berani angkat bicara, hati Ima pun ikut bergerumuh saat menguping pembicaraan dua wanita itu tadi. Tak disangka ternyata tuan majikannya mempunyai wanita simpanan. Vania menyulut api pada korek yang di

