“Lepasin! Kamu mau bawa aku ke mana? Nggak bisa ngomong di sini saja?” Keira mulai tak senang dan meronta, sejak tadi Brian menariknya keluar toko dan kini menggeretnya untuk naik eskalator menuju lantai bawah. Brian tentu saja tidak menuruti kehendak Keira, ia justru mengencangkan pegangannya agar tangan wanita itu tidak terlepas. “Nurut aja lah, cari tempat yang nyaman buat bicara.” Seru Brian sedikit menjelaskan. Keira tersenyum sinis, tawaran Brian tidaklah menarik baginya. Ia justru berpikiran buruk pada pria muda itu. “Bicara? Hei... kita tidak seakrab itu, jangan bertindak seakan kita saling kenal, apalagi dekat. Aku tidak mau! Lepaskan aku atau aku akan teriak!” ancam Keira. Mereka terhenti di depan eskalator, ketika ada yang ingin lewat dan terhalangi, barulah Brian menyeret Ke

