BAB 37

2081 Kata

Kinara tidak ingat kapan dia begitu ingin dibebaskan. Kapan dia begitu menginginkan sesuatu, sampai-sampai menahannya membuatnya merasa sakit. Mengingkarinya hanya menciptakan rasa nyeri di sekujur tubuh. Hari ini, perasaan itu muncul. Dorongan dan desakan dalam dirinya meledak-ledak hingga Kinara kewalahan. Memang seharusnya manusia tidak bermain-main dengan hasrat. Berawal dari godaan kecil di parkiran restoran, berlanjut dengan ciuman-ciuman kecil di perjalanan menuju apartemen yang panjang, pikiran Kinara terasa semakin menciut, seiring hasrat yang semakin membesar. “Mau mampir?” tawar Kinara, merubuhkan semua benteng yang dibangunnya dengan susah payah. Dewa tidak segera menjawab, alih-alih, pria itu menatapnya lekat. Kinara mulai merasa pikirannya menggila karena begitu banyak hal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN