BAB 21

1634 Kata

Seminggu tidak berkomunikasi, Kinara pikir dirinya sudah mulai melupakan wajah Dewa. Dia juga sempat mengira Dewa tidak serius dengan kata-katanya. Memangnya dia sekurang kerjaan itu? Namun, saat pria itu muncul sekitar 50 menit dari waktu yang dijanjikan, rasa lega langsung menjalari tubuh Kinara. Ada rasa senang yang sedikit sulit ditelusuri asal muasalnya saat melihat mobil yang sudah mulai dihafalnya itu. Namun, Kinara yakin, ini bukan semata rasa lega karena penolongnya telah tiba. Dewa bergegas keluar setelah meminggirkan mobilnya. Rambut pria itu terlihat sedikit kusut dan berantakan. Hal pertama yang Dewa lakukan adalah menghampiri Kinara, menatapnya dari ujung rambut sampai kaki, memastikan Kinara baik-baik saja. “Kenapa nunggu di luar, sih?” tanyanya. “Dibilangin tunggu di dal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN