BAB 40

1922 Kata

Kinara lupa kapan terakhir kali bertemu sang kakak. Mungkin sekitar lebaran tiga tahun yang lalu. Seingat Kinara, saat itu tidak ada anak kecil berusia kira-kira tiga tahun yang bergelayutan di lengan kakaknya. Hari ini kakaknya tidak sendirian. Selain si anak kecil, ada juga Raja, laki-laki pendiam yang merupakan suami kakaknya. Keluarga kecil itu nampak akrab. Menilik pakaiannya yang sederhana dan bersahaja, keluarga kakaknya tengah menikmati akhir pekan dengan piknik di acara CFDini. Mungkin setelah ini mereka akan mengunjungi salah satu taman bermain. “Ice cream? Erlin mau es krim? Mau? Sini … duduk sama Om Dewa sini. Nah. Good girl. This is your ice cream. Erlin tadi naik apa ke sini?” Erlin menjawab bergumam-gumam tidak jelas. Kak Widia segera menimpali. “Naik KRL, Mas. Rumah kami

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN