BAB 16

1302 Kata

“Nanti aku masakin sesuatu buat kamu.” “Aku nggak tahu kalau kamu bisa masak.” “Jago sih enggak, tapi aku yakin hasilnya bisa dimakan, aman, dan mengenyangkan.” Kinara tersenyum tipis. Rencana itu terdengar sempurna. Namun, mendengar kata “my place” mau tidak mau membuat Kinara memikirkan apa yang terjadi di apartemennya tadi. Dia tidak sepolos itu. Kinara tahu apa makna dari ajakan seorang pria dewasa untuk mampir ke tempat tinggalnya. Sudah pasti bukan sekadar untuk makan malam dan lanjut main ular tangga bersama, bukan? Apalagi jika pria itu adalah Dewa. Barangkali itulah tujuan utamanya sejak awal menyetujui tawaran Tamia. Kinara juga sudah tahu bahwa hal-hal semacam itu adalah konsekuensi yang akan dia temui ketika menerima tawaran Dewa. Menyadari hal itu, gelenyar yang ia rasakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN