BAB 43

1334 Kata

Kinara sudah bangun sejak tadi. Namun, dia belum berminat untuk beranjak dari dalam selimut yang melindunginya sepanjang malam. juga dari lengan kuat yang memeluknya, sepanjang malam. Kinara menggeser kepalanya sedikit agar bisa menoleh ke sisi kanan. Dewa masih terlelap di sana. Di saat-saat seperti ini, wajahnya terlihat begitu polos dan tidak berdosa. Senyum geli terbit di wajah Kinara. Ternyata begini tampang seorang buaya kalau sedang cuti dari tugas. Namun, lihat saja sampai pria ini membuka mata. Sorot yang tajam dan hidup itu bisa dengan mudah membuat orang hanyut. Dia pria yang mudah dicintai, simpul Kinara, memberanikan diri menegaskan apa yang sudah dipikirkannya sejak lama. Lantas Kinara teringat pengakuan Dewa semalam. Kata-kata itu diulangnya sampai dua kali, atau lebih, ji

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN