Selama menceritakan kisah masalalunya dan kembali menggali ingatan yang sudah dengan susah payah ia kubur, Nara tanpa henti terisak. Wanita itu memeluk tubuh Arion dengan erat, berharap sebuah ketenangan ia dapatkan. Arion mengela napas dengan perlahan dan membalas pelukan istrinya itu lebih erat. Pria itu tak pernah berpikir, jika masalalu Nara setelah kehilangan seluruh anggota keluarganya akan se-tragis itu. Arion pun tak menyangka, pria paruh baya yang sangat baik dan selalu bersikap ramah dan segan pada dirinya, ternyata sepicik dan sejahat itu. Arion mengusap lembut punggung Nara yang semakin bergetar, lalu mengecup puncak kepala istrinya. "Tenangkan dirimu, Al. Kamu akan baik-baik aja. Tenang," bisik Arion. "Jangan! Jangan seperti ini!" gumam Nara tak jelas. Wanita itu semaki