Sejak perbincangannya di dalam kamar mandi, Nara benar-benar diam seribu bahasa. Wanita itu bahkan memilih tidur berjauhan dan membelakangi Arion yang kini tengah berbaring di sampingnya. Sesekali Nara menghapus air mata yang begitu saja menetes dari kedua sudut matanya. Drrtt .... Suara getar ponsel dari atas nakas mengalihkan pikiran Arion. Pria itu segera mengambil benda tersebut dan melihat sebuah notifikasi yang masuk ke dalam ponselnya. Ayunina : Kak, bisa kita bertemu sebentar? Ada yang mau Ayunina bicarakan sama Kakak. Membaca pesan tersebut membuat Arion seketika menghela napas dalam-dalam. Pria itu menoleh ke sisi kirinya, memandang punggung Nara, lalu kembali fokus pada layar ponselnya. Anda : Udah malem, besok aja! Ayunina : Aku mau ketemu sekarang juga,